Bulan: Oktober 2022

Pertempuran Medan Area

Kronologi Peristiwa Perang Medan Area

Sukarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia telah menyatakan proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta. Kabar gembira tersebut baru sampai ke rakyat Medan 10 hari berselang atau pada 27 Agustus 1945. Namun, kedatangan pasukan Sekutu yang disertai oleh NICA atau balatentara Belanda membuat rakyat dan kaum pejuang di Sumatera Utara merasa terusik.

Ahmad Tahir dalam Bunga Rampai Perjuangan dan Pengorbanan (1995:90) mengisahkan, di Medan, Belanda mulai menunjukkan pergerakan yang mencurigakan. NICA mengumpulkan para mantan serdadu Belanda di Medan untuk membentuk kembali kekuatan militer mereka.

Para pemuda di Medan pun segera mengambil sikap. Dimotori oleh Ahmad Tahir yang pernah bergabung dengan tentara sukarela (gyugun) pada masa pendudukan Jepang, dibentuklah Barisan Pemuda sebagai tindakan antisipasi.

Barisan Pemuda di Medan punya ciri khas, yakni mengenakan lencana merah-putih. Tanggal 13 Oktober 1945, tentara Belanda menginjak-injak lencana kebanggaan tersebut.

Insiden inilah yang memicu pecahnya perang di Medan. Dalam peristiwa yang disebut Pertempuran Medan Area itu, pihak republik berhasil melumpuhkan hampir 100 orang serdadu Belanda.

Hal ini membuat militer Belanda murka dan menetapkan sejumlah aturan. Ditegaskan oleh Belanda bahwa rakyat Indonesia di Medan tidak boleh membawa senjata. Mereka yang masih membawa senjata diwajibkan menyerahkannya kepada pihak Belanda atau Sekutu.

Akhir Pertempuran Medan Area

Sekutu dan NICA akhirnya berhasil menduduki Kota Medan pada April 1946. Pusat perjuangan rakyat Medan pun terpaksa digeser ke Pematang Siantar. Kendati begitu, masih terjadi perlawanan, termasuk pada 10 Agustus 1946 di Tebingtinggi.

Para komandan pasukan RI yang berjuang di Medan kemudian bertemu dan membentuk satuan komando bernama Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area. Tanggal 19 Agustus 1946, dibentuk Barisan Pemuda Indonesia (BPI) di Kabanjahe.

Pertempuran Surabaya

Pada 1 September 1945, pemerintah Indonesia mengeluarkan maklumat bahwa bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan setiap hari di seluruh wilayah Indonesia. Gerakan pengibaran bendera semakin meluas hingga ke segenap pelosok Kota Surabaya. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Hotel Yamato.

Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch. Ploegman mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di Hotel Yamato. Para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia, hendak mengembalikan kekuasaan kembali di Indonesia, dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya.

Latar Belakang

Berdasarkan sejarah yang ada, awal terjadinya Pertempuran Surabaya dilatarbelakangi dengan adanya kedatangan pasukan sekutu pada tanggal 25 Oktober 1945 yang tergabung dalam AFNEI atau Allied Forces Netherland East Indies. Kedatangan pasukan AFNEI tersebut ke Surabaya tepatnya di Tanjung Perak dipimpin oleh seorang Jenderal yang bernama Brigadir Jenderal Aubertin Walter Sothern Mallaby yang kemudian membuat sebuah pos pertahanan.

Tujuan awal dari kedatangan sekutu tersebut adalah mengamankan tawanan perang, melucuti senjata para tentara Jepang serta menciptakan ketertiban setelah mengumandangkan kemerdekaan tersebut. Hal ini dilakukan oleh pasukan sekutu dengan menyebar selebaran yang memiliki maksud agar masyarakat setempat menyerahkan senjata yang mereka miliki ke pihak mereka.

Puncak pertempuran Surabaya

Pada 10 November 1945, pasukan Sekutu menyerang Kota Surabaya dan pejuang Indonesia tak gentar untuk menghadapinya. Senjata yang digunakan pejuang Indonesia salah satunya adalah bambu runcing. Tak sedikit pejuang Indonesia yang gugur pada saat itu, mencapai 20.000 orang.

Sedangkan pihak Sekutu kehilangan 1.500 orang. Pertempuran berakhir pada 28 November 1945. Semangat pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan membuat Presiden Soekarni menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan melalui Keppres Nomor 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.

Sekutu di Indonesia

Kedatangan sekutu di Indonesia merupakan bagian dari komando SEAC atau South East Asia Command yang berada di bawah pimpinan Laksamana Louis Mountbatten. Namun, karena wilayah yang menjadi tanggung jawab SEAC masih terlalu luas, dibentuklah Allied Forces Netherlands East Indies atau AFNEI yang bertanggung jawab dalam wilayah Indonesia.

Tepatnya pada tanggal 29 September 1945, Komandan AFNEI yaitu Letnan Jenderal Philip Christison tiba di Jakarta. Tugas yang diberikan kepada AFNEI di Indonesia adalah melucuti senjata Jepang, memulangkan para tentara Jepang ke tanah air mereka, membebaskan sekutu yang berada di bawah tawanan Jepang, serta mempertahankan keadaan yang ada di Indonesia.

Kerusuhan Mei 1998

Kerusuhan Mei 1998 adalah kerusuhan rasial terhadap etnis Tionghoa yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei–15 Mei 1998, khususnya di Ibu Kota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain. Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998. Hal inipun mengakibatkan penurunan jabatan Presiden Soeharto, serta pelantikan B. J. Habibie.

Kerusuhan

Pada kerusuhan ini banyak toko dan perusahaan dihancurkan oleh amuk massa—terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa. Konsentrasi kerusuhan terbesar terjadi di Jakarta, Medan dan Surakarta. Dalam kerusuhan tersebut, banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia.

Tak hanya itu, seorang aktivis relawan kemanusiaan yang bergerak di bawah Romo Sandyawan, bernama Ita Martadinata Haryono, yang masih seorang siswi SMU berusia 18 tahun, juga diperkosa, disiksa, dan dibunuh karena aktivitasnya. Ini menjadi suatu indikasi bahwa kasus pemerkosaan dalam Kerusuhan ini digerakkan secara sistematis, tak hanya sporadis.

Sampai bertahun-tahun berikutnya Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apapun terhadap nama-nama yang dianggap kunci dari peristiwa kerusuhan Mei 1998. Pemerintah mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa bukti-bukti konkret tidak dapat ditemukan atas kasus-kasus pemerkosaan tersebut, tetapi pernyataan ini dibantah oleh banyak pihak. Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini.

Namun umumnya masyarakat Indonesia secara keseluruhan setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia, sementara beberapa pihak, terutama pihak Tionghoa, berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian (genosida) terhadap orang Tionghoa, walaupun masih menjadi kontroversi apakah kejadian ini merupakan sebuah peristiwa yang disusun secara sistematis oleh pemerintah atau perkembangan provokasi di kalangan tertentu hingga menyebar ke masyarakat.

Penyebab Kerusuhan Mei 1998

Penyebab kerusuhan Mei 1998 yang terjadi merupakan hasil dari kumpulan peristiwa politik, sosial dan ekonomi yang terjadi di masa orde baru. Rezim Suharto “Orde Baru”, yang telah bertahan selama 30 tahun, rusak parah oleh korupsi yang merajalela dan ketidakmampuannya untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Kerusuhan Mei 1998 yang terutama tertuju pada pembakaran dan kekerasan terhadap etnis Tionghoa tak lain adalah ujung dari hubungan masyarakat etnis Indonesia dan Indonesia di awal pemerintahan orde baru.

Namun sebenarnya, diskriminasi terhadap etnis Tionghoa di Indonesia sudah ada sejak berabad-abad yang lalu pada era kolonial Belanda, ketika ribuan orang dibunuh atau dipaksa masuk ke dalam ghetto. Etnis Tionghoa juga diserang dalam pembersihan anti-komunis pemerintah Indonesia pada pertengahan 1960-an.

Pada 1980-an, muncul seruan agar Suharto mengendalikan banyak konglomerat bisnis besar China yang menurut banyak pihak mengendalikan ekonomi. Tetapi sementara sebagian besar etnis Tionghoa dianggap sebagai anggota kelas pedagang kaya, banyak yang sebenarnya adalah pengusaha kecil, pemilik toko, atau pedagang.

Pembentukan Oragnisasi Budi Utomo

Budi Utomo (dalam ejaan van Ophuijsen: Boedi Oetomo) adalah organisasi pemuda yang didirikan oleh Soetomo dan para mahasiswa School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908. Organisasi ini digagas oleh Wahidin Sudirohusodo.

Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan budaya yang tidak bersifat politik. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal pergerakan yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, walaupun pada awalnya organisasi ini hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa. Saat ini tanggal berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Asal usul

Pada tahun 1907, Wahidin Sudirohusodo melakukan kunjungan ke STOVIA dan bertemu dengan para mahasiswa yang masih bersekolah di sana. Lalu, ia menyerukan gagasan pada mereka untuk membentuk organisasi yang dapat mengangkat derajat bangsa. Selain itu, Sudirohusodo juga ingin mendirikan sebuah organisasi di bidang pendidikan yang bisa membantu biaya orang-orang pribumi yang berprestasi dan mempunyai keinginan untuk bersekolah, tetapi terhambat biaya. Gagasan ini menarik bagi para mahasiswa di sana, terutama Soetomo, Gunawan Mangunkusumo, dan Soeradji Tirtonegoro.

Selanjutnya, Soetomo bersama dengan M. Soeradji mengadakan pertemuan dengan mahasiswa STOVIA yang lain untuk membicarakan gagasan organisasi yang disampaikan oleh Sudirohusodo. Acara itu berlangsung tidak resmi di Ruang Anatomi milik STOVIA saat tidak ada jam pelajaran. Pertemuan tersebut membentuk sebuah organisasi yang diberi nama “Perkumpulan Budi Utomo” sehingga Budi Utomo pun berdiri pada tanggal 20 Mei 1908 di Jakarta.

Anggota Budi Utomo

Saat pertama kali Budi Utomo berdiri, ada beberapa anggota yang ikut mendukung dan menjadi anggotanya, berikut kepengurusannya:

Ketua                 : R. Soetomo
Wakil Ketua   : M. Soelaiman
Sekretaris I     : Soewarno I (Gondo Soewarno)
Sekretris II      : M. Goenawan
Bendahara      : R. Angka
Komisaris        : M. Soeradji. M. Moh. Saleh, Soewarno II (M. Soewarno) dan R.M                                                 Goembrek.

Tujuan Budi Utomo

Tujuan Budi Utomo dijelaskan dalam Kongres pertama Budi Utomo yang diadakan di Yogyakarta pada Oktober 1908. Dalam kongres dijelaskan bahwa tujuan Budi Utomo adalah “menjamin kehidupan bangsa yang terhormat”. Budi Utomo bergerak di bidang sosial yang menitikberatkan pada masalah-masalah pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan. Keanggotaannya yang mula-mula terbatas hanya pada orang-orang Jawa dan Madura, kemudian meluas hingga mencapai Bali.

Usulan penting Budi Utomo

1. Meninggikan tingkat pengajaran di sekolah guru baik guru bumi putera maupun sekolah priyayi.
2. Memberi beasiswa bagi orang-orang bumi putera.
3. Menyediakan lebih banyak tempat pada sekolah pertanian.
4. Izin pendirian sekolah desa untuk Budi Utomo.
5. Mengadakan sekolah VAK / kejuruan untuk para bumi putera dan para perempuan.
6. Memelihara tingkat pelajaran di sekolah-sekolah dokter jawa.
7. Mendirikan TK / Taman kanak-kanak untuk bumi putera.
8. Memberikan kesempatan bumi putra untuk mengenyam bangku pendidikan di sekolah rendah eropa atau sekolah Tionghoa – Belanda.

Bandung Lautan Api

Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 23 Maret 1946. Sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar kediaman mereka sendiri dalam peristiwa tersebut. Kemudian meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu yang dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Pasukan Inggris bagian dari Brigade MacDonald tiba di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945. Sejak semula hubungan mereka dengan pemerintah RI sudah tegang. Mereka menuntut agar semua senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali TKR (Tentara Keamanan Rakyat), diserahkan kepada mereka. Orang-orang Belanda yang baru dibebaskan dari kamp tawanan mulai melakukan tindakan-tindakan yang mulai mengganggu keamanan.

Akibatnya, bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) tidak dapat dihindari. Malam tanggal 21 November 1945, TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dan badan-badan perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di bagian utara, termasuk Hotel Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebagai markas.

Tiga hari kemudian, MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata. Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat setempat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakan Bandung sebagai markas strategis militer. Di mana-mana asap hitam mengepul membubung tinggi di udara dan semua listrik mati. Tentara Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling besar terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat gudang amunisi besar milik Tentara Sekutu.

Dalam pertempuran ini Muhammad Toha dan Muhammad Ramdan, dua anggota milisi BRI (Barisan Rakjat Indonesia) terjun dalam misi untuk menghancurkan gudang amunisi tersebut. Muhammad Toha berhasil meledakkan gudang tersebut dengan dinamit. Gudang besar itu meledak dan terbakar bersama kedua milisi tersebut di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan mereka, maka pada pukul 21.00 itu juga ikut dalam rombongan yang mengevakuasi dari Bandung. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 12 Malam, Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Namun, api masih membubung membakar kota, sehingga Bandung pun menjadi lautan api.

Tokoh Peristiwa

  • Kolonel Abdul HAris Nasution
  • Mohammad Toha
  • Sutan Syahrir
  • Atje Bastaman
  • Mayor Rukana

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 tahun Masehi. Dibacakan oleh Soekarno dengan didampingi oleh Mohammad Hatta di sebuah rumah di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Pusat.

Chairul Basri, yang bekerja pada kantor propaganda Jepang, disuruh mencari rumah yang berhalaman luas. Rumah Pegangsaan Timur 56 milik orang Belanda ditukar dengan rumah lain di Jalan Lembang. Jadi rumah itu memang disiapkan Jepang untuk Bung Karno. Chairul tidak menyebut nama pemilik rumah itu. Saat diambil alih pemerintah Jepang untuk Sukarno, rumah itu milik Mr. Jhr. P.R. Feith seperti disebut Kwee Kek Beng, pemimpin redaksi koran Sin Po dari 1925 sampai 1947, dalam 25 Tahun Sebagi Wartawan, 1922–1947.

Penyusunan naskah Proklamasi

Pada malam hari setelah Peristiwa Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda tidak mau menerima Sukarno–Hatta yang diantar oleh Maeda dan memerintahkan agar Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang, untuk menerima kedatangan rombongan tersebut.

Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokyo bahwa Jepang harus menjaga status quo, tidak dapat memberi izin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat “bushido”, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu.

Sukarno–Hatta lantas meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI, mungkin dengan cara pura-pura tidak tau. Melihat perdebatan yang panas itu Maeda dengan diam-diam meninggalkan ruangan karena diperingatkan oleh Nishimura agar Maeda mematuhi perintah Tokyo dan dia mengetahui sebagai perwira penghubung Angkatan Laut (Kaigun) di daerah Angkatan Darat (Rikugun) dia tidak punya wewenang memutuskan.

Pembacaan naskah proklamasi

Pada pagi hari, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Mohammad Tabrani, dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10.00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Setelah itu, Sang Saka Merah Putih, yang telah dijahit oleh Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil wali kota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.

Isi Proklamasi Kemerdekaan

P R O K L A M A S I
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan
dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Djakarta, 17 Agustus 1945
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta.

KYUSHU UNIVERSITY

Kyushu University adalah anggota Tujuh Universitas Nasional di Jepang. Universitas ini terletak di Fukuoka dan menawarkan program-program jenjang S1 dalam bahasa Inggris untuk jurusan Teknik, Biomateri dan Biolingkungan. Universitas ini juga menyediakan beasiswa dan serangkaian layanan dukungan yang lengkap bagi mahasiswa internasional.

Universitas Kyushu (Kyushu Daigaku) disingkat Kyudai (Kyudai) adalah sebuah universitas nasional Jepang yang terletak di Fukuoka, di pulau Kyushu. Itu adalah Universitas Kekaisaran ke-4 di Jepang, peringkat ke-4 di 2020 Times Higher Education Japan University Rankings salah satu dari 10 Universitas Nasional yang Ditunjuk dan dipilih sebagai universitas Jenis Teratas dari Proyek Universitas Global Teratas oleh pemerintah Jepang.

Kyudai dianggap sebagai salah satu universitas berorientasi penelitian paling bergengsi di Jepang dan merupakan anggota dari Aliansi Universitas Seni Liberal Asia bersama dengan Universitas Tokyo, Universitas Waseda, Universitas Peking dan lainnya.

Sejarah Universitas Kyushu dapat ditelusuri kembali ke sekolah kedokteran dari Domain Fukuoka (Fukuoka han) yang didirikan pada tahun 1867. Sekolah tersebut direorganisasi menjadi Sekolah Kedokteran Fukuoka dari Universitas Kekaisaran Kyoto pada tahun 1903 dan menjadi independen sebagai Universitas Kekaisaran Kyushu pada tahun 1911 .

Albert Einstein mengunjungi universitas tersebut pada tanggal 25 Desember 1922. Ada 2.089 mahasiswa asing (Per 2016) terdaftar di universitas. Itu dipilih untuk program universitas Global 30, dan telah dipilih untuk proyek universitas global 13 teratas.

Undergraduate

Waktu yang kamu butuhkan dalam menyelesaikan kajian pada program sarjana adalah 4 tahun, dengan pengecualian dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi yang membutuhkan 6 tahun. Berikut ini adalah badan-badan edukasi yang disediakan oleh Kyudai.

School of Letters
School of Education
School of Law
School of Economics
School of Sciences
School of Medicine
School of Dentistry
School of Pharmaceutical Sciences
School of Engineering
School of Design
School of Agriculture

Graduate

Dalam sistem program pascasarjana terdapat sebuah keunikan yaitu pemisahan program menjadi 2 bagian yaitu Sekolah Pascasarjana (Badan Edukasi) dan Fakultas Pascasarjana (Badan Riset). Kyudai berusaha untuk merevitalisasi hubungan antara Fakultas Pascasarjana dan Sekolah Pascasarjana, dan Fakultas Pascasarjana dan Sekolah Sarjana. Biar ga terlalu rumit untuk dipahami, mari disimple. || Sekolah Sarjana ßà Fakultas Pascasarjana ßà Sekolah Pascasarjana || Mekanisme ini memungkinkan anggota Fakultas Pascasarjana untuk berpartisipasi lebih fleksibel dalam pendidikan dari Sekolah Sarjana dan Pascasarjana.
Graduate Schools
Graduate School of Humanities
Graduate School of Social and Cultural Studies
Graduate School of Human-Environment Studies
Graduate School of Law
Graduate School of Law – English Program
Law School
Graduate School of Economics
Business School
Graduate School of Sciences
Graduate School of Mathematics
Graduate School of Medical Sciences
Graduate School of Dental Science
Graduate School of Pharmaceutical Sciences
Graduate School of Engineering
Graduate School of Design
Graduate School of Information Science and Electrical Engineering
Interdisciplinary Graduate School of Engineering Sciences
Graduate School of Bioresource and Bioenvironmental Sciences
Graduate School of Systems Life Sciences

Graduate Faculties

Faculty of Humanities
Faculty of Social and Cultural Studies
Faculty of Human-Environment Studies
Faculty of Law
Faculty of Economics
Faculty of Languages and Cultures
Faculty of Sciences
Faculty of Mathematics
Faculty of Medical Sciences
Faculty of Dental Science
Faculty of Pharmaceutical Sciences
Faculty of Engineering
Faculty of Design
Faculty of Information Science and Electrical Engineering
Faculty of Engineering Sciences
Faculty of Agriculturee

NAGOYA UNIVERSITY

Nagoya University adalah universitas yang berfokus pada penelitian. Universitas ini menawarkan program-program S1 dalam bahasa Inggris untuk jurusan: Teknik Otomotif, Kimia, dan Ilmu Sosial. Program S2 yang ditawarkan dalam bahasa Inggris termasuk Kedokteran, Fisika, Matematika dan Studi Budaya Jepang di Asia. Selain fasilitas dan layanan dukungan mahasiswa yang lengkap, Nagoya University juga menawarkan hibah penelitian dan beasiswa.

Nagoya University (daigaku) disingkat Meidai adalah universitas negeri yang berpusat di Chikusa-ku, Nagoya, dan menjadi salah satu universitas terbaik di Jepang. Pada 2014, universitas telah menghasilkan enam pemenang Hadiah Nobel dalam ilmu, itu adalah yang ketiga paling di Jepang.

Saat didirikan pada tahun 1871, Universitas Nagoya adalah sebuah sekolah medis. Tahun 1939 berubah menjadi Nagoya Imperial University. Tahun 1947 berubah nama menjadi Nagoya University. Dan kemudian pada tahun 2004 berubah menjadi National University Corporation.

Universitas ini banyak menerima mahasiswa asing, terutama dari Amerika Serikat, Cina, Korea, dan Indonesia. Saat ini terdapat lebih dari seribu mahasiswa asing yang belajar diberbagai fakultas di universitas ini. Universitas Nagoya menjadi universitas ketiga tertinggi yang memiliki mahasiswa asing di antara semua universitas lain di Jepang.

Dr. Ryoji Noyori, salah satu penerima Nobel pada tahun 2001 adalah peneliti dan pengajar di universitas ini. Reiji Okazaki, penemu fragmen Okazaki, adalah lulusan dan profesor universitas ini. Yoshinori Okazaki, penemu obat kanker, oxaliplatin.

Lokasi Kampus

Kampus ini terletak di salah satu empat kota terbesar di Jepang, yaitu di kota Nagoya yang merupakan ibu kota Aichi, yang terletak di barat daya wilayah Chubu, secara harfiah berarti Jepang tengah. Kerennya lagi nih bro/sis: Kota ini memiliki sebuah stasiun Shinkansen atau Bullet Train (Kereta super cepat nan terkenal itu lho), yang beroperasi dari timur ke barat sepanjang Samudera Pasifik dan nyaman digunakan untuk orang-orang yang ingin mengunjungi tempat-tempat wisata terkenal di Jepang seperti Tokyo, Kyoto, dan Hiroshima.

Kota Nagoya dengan populasi sekitar 2 juta masih terus berkembang dan menunjukkan berbagai fitur yang berbeda seperti menjadi wilayah inti untuk teknologi industri Jepang, menjadi tonggak dalam sistem lalu lintas nasional, dan menjadi kota budaya.

Program Studi

  • Automotive Engineering
  • Biological Sciences
  • Chemistry
  • Fundamental and Applied Physics
  • Social Sciences
  • Biological and Bioagricultural
  • Sciences Graduate Program
  • Biological and Bioagricultural
  • Sciences Graduate Program
  • Chemistry Graduate Program
  • Graduate Program in Comparative
  • Studies of Language and Culture
  • Graduate Program in Economics
  • and Business Administration
  • Medical Science Graduate Program
  • Physics and Mathematics
  • Graduate Program

TOHOKU UNIVERSITY

Tohoku University juga merupakan salah satu universitas negeri yang menjadi bagian dari Tujuh Universitas Nasional. Universitas ini menawarkan tiga program S1 dan beberapa program S2 dalam bahasa Inggris. Tohoku University memiliki lima kampus di mana kamu bisa menemukan museum, perpustakaan, tempat konferensi, panggung pertunjukan, taman-taman dan sebuah rumah sakit.

Sejarah

Universitas Tohoku berawal dari sekolah milik Domain Sendai bernama Meirin Yōkendō yang didirikan pada 1 November 1736. Sekolah ini mulai mengajarkan kedokteran pada tahun 1760 dan tahun berikutnya mulai membuka pendidikan untuk para dokter.

Sejak 1772, sekolah ini hanya disebut sebagai Yokendo. Sekolah Kedokteran Domain Sendai (Sendai-han Igakko) memisahkan diri dari Yokendo pada tahun 1817. Sekolah ini adalah sekolah kedokteran pertama di Jepang yang mengajarkan ilmu kedokteran Barat di Jepang pada 1822.

Setelah penghapusan sistem domain, Sekolah Kedokteran Domain Sendai ditutup pada tahun 1871. Sekolah Kedokteran Prefektur Miyagi didirikan sebagai pengganti, namun hanya bertahan dari bulan Mei hingga Agustus 1872. Sementara itu pada tahun 1872, alumni Sekolah Kedokteran Domain Sendai membuka rumah sakit swasta Sendai Kyodosha di kota Sendai, berikut sekolah dokter di dalam kompleks rumah sakit Sendai Kyodosha.

Setelah mengalami beberapa kali pergantian nama, sekolah ini akhirnya bernama Sekolah Tinggi Kedokteran Sendai (Sendai Igaku Senmon Gakko), sebelum diserap sebagai Fakultas Kedokteran Universitas Imperial Tohoku sejak 1 April 1912. Di Sendai, Pemerintah Meiji mendirikan Universitas Imperial Tohoku pada 22 Juni 1907 sebagai universitas negeri ketiga yang didirikan di Jepang setelah Universitas Imperial Tokyo dan Universitas Imperial Kyoto.

Sekolah tinggi (fakultas) pertama yang dimiliki Universitas Imperial Tohoku adalah Sekolah Tinggi Pertanian yang dibuka di Sapporo (September 1907), disusul Sekolah Tinggi Sains di Sendai pada tahun 1911. Pada tahun 1912, universitas ini menyerap Sekolah Tinggi Kedokteran Sendai sebagai Fakultas Kedokteran dan Sekolah Menengah Atas Industri Sendai sebagai Fakultas Teknik.

Fakultas

Kampus Kawauchi Utara, Universitas Tohoku
Fakultas Seni dan Sastra
Fakultas Pendidikan
Fakultas Hukum
Fakultas Ekonomi
Fakultas Sains
Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran Gigi
Fakultas Farmasi dan Ilmu Farmasi
Fakultas Teknik
Fakultas Pertanian
Sekolah pascasarjana

Sekolah Pascasarjana Sains

Sekolah Pascasarjana Teknik (Kompleks Lab Penelitian)
Sekolah Pascasarjana Seni dan Sastra
Sekolah Pascasarjana Pendidikan
Sekolah Pascasarjana Hukum
Sekolah Pascasarjana Ekonomi dan Manajemen
Sekolah Pascasarjana Sains
Sekolah Pascasarjana Kedokteran
Sekolah Pascasarjana Kedokteran Gigi
Sekolah Pascasarjana Ilmu Farmasi
Sekolah Pascasarjana Teknik
Sekolah Pascasarjana Pertanian
Sekolah Pascasarjana Kajian Budaya Internasional
Sekolah Pascasarjana Ilmu Informasi
Sekolah Pascasarjana Biologi
Sekolah Pascasarjana Kajian Lingkungan
Sekolah Pascasarjana Teknik Biomedis
Sekolah Pascasarjana Pendidikan Informatika

London School of Economics and Political Science

London School of Economics and Political Science atau lebih populer dengan nama LSE, adalah sebuah universitas riset yang fokus di bidang ilmu sosial. Meski berdiri sebagai perguruan tinggi ilmu sosial, LSE juga aktif melakukan penelitian di bidang matematika dan statistika.

Kampus ini melahirkan beberapa alumni ternama seperti David Rockfeller, seorang bankir hebat Amerika. Selain itu ada Mick Jagger, aktor dan musisi berkebangsaan Inggris ini juga dikenal sebagai pengusaha hebat.

London School of Economics and Political Science (LSE atau LSE) adalah universitas riset publik yang berlokasi di London, Inggris, dan perguruan tinggi konstituen dari Universitas federal London.

Didirikan pada tahun 1895 oleh anggota Fabian Society Sidney Webb, Beatrice Webb, Graham Wallas, dan George Bernard Shaw, LSE bergabung dengan Universitas London pada tahun 1900 dan mendirikan program gelar pertamanya di bawah naungan universitas pada tahun 1901.

LSE mulai memberikan gelar dengan namanya sendiri pada tahun 2008, sebelum memberikan gelar dari University of London. LSE terletak di London Borough of Camden dan Westminster, Central London, dekat perbatasan antara Covent Garden dan Holborn. Daerah ini secara historis dikenal sebagai Clare Market.

LSE memiliki lebih dari 11.000 siswa, hanya di bawah tujuh puluh persen di antaranya berasal dari luar Inggris dan 3.300 staf. Itu memiliki pendapatan £ 391,1 juta pada 2020/21, di mana £ 32,8 juta berasal dari hibah penelitian.

Seratus lima puluh lima kebangsaan terwakili di antara badan siswa LSE dan sekolah tersebut memiliki persentase siswa internasional tertinggi kedua (70%) dari 800 institusi dalam Peringkat Universitas Dunia Times Higher Education 2015–16. Terlepas dari namanya, sekolah ini terdiri dari 25 departemen dan institut akademik yang melakukan pengajaran dan penelitian di berbagai ilmu sosial murni dan terapan.

LSE adalah anggota dari Russell Group, Association of Commonwealth Universities, European University Association dan sering dianggap sebagai bagian dari “Segitiga Emas” universitas-universitas top di South East England. LSE juga merupakan bagian dari CIVICA – Universitas Ilmu Sosial Eropa, jaringan delapan universitas Eropa yang berfokus pada penelitian dalam ilmu sosial. Dalam Research Excellence Framework 2014, sekolah tersebut memiliki proporsi penelitian terkemuka dunia tertinggi di antara penelitian yang diajukan dari universitas non-spesialis Inggris mana pun.

Fakultas

BSc (Hons) Business Mathematics and Statistics
BSc (Hons) Management
BSc (Hons) Management Sciences
BA (Hons) Anthropology and Law
LLB (Hons) Law
BSc (Hons) Social Policy
BSc (Hons) Social Policy and Criminology
BSc (Hons) Social Policy and Economics
BSc (Hons) Social Policy and Sociology
BSc (Hons) Social Policy with Government