Segala jenis bentuk bahan yang dapat membantu guru atau instruktur pramuka dalam melaksanakan kegiatan disebut sebagai bahan ajar pramuka. Kegiatan ekstrakulikuler tersebut wajib diikuti oleh para pelajar dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.

Pramuka merupakan singkatan Praja Muda Karana, artinya Rakyat Muda yang Suka Berkarya. Menurut Joko Mursitho, Pramuka adalah proses belajar yang dilakukan di luar kelas dan keluarga. Kegiatan tersebut dirancang agar menarik, menyenangkan, terarah, praktis, teratur, dan juga sehat. Kegiatan ini dilakukan di tempat terbuka dengan menggunakan metode yang tepat, tujuannya adalah membentuk kepribadian siswa.

Tujuan dan Fungsi Pramuka

Agar bisa membuat bahan ajar pramuka yang baik dan benar, instruktur atau guru wajib mengetahui apa sebenarnya tujuan dari kegiatan pramuka. Pramuka merupakan kegiatan yang bertujuan melatih para siswa agar bisa memaksimalkan potensi didalam dirinya secara spiritual, intelektual, sosial, dan fisik.

Agar lebih jelas, berikut adalah tujuan dari Pramuka:

  1. Membentuk karakter dan akhlak mulia bagi para siswa sebagai generasi muda.
  2. Menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air dan bangsa dalam diri para siswa.
  3. Mengganli potensi diri dan meningkatkan keterampilan para siswa, sehingga sanggup menjadi seorang pribadi bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, guru juga wajib tahu apa saja fungsi gerakan pramuka, sebagaimana berikut:

  1. Bagi generasi muda, kegiatan mendidik dan menyenangkan sangat penting dilakukan, sehingga dapat membentuk karakter lebih baik. Kegiatan menghibur, menyenangkan, sehat, terarah, jelas, dan positif tersebut dapat ditemukan dari kegiatan pramuka.
  2. Bagi generasi dewasa, pramuka merupakan tugas yang harus dilakukan secara ikhlas, mengabdi dan tulus. Guru atau orang dewasa yang terlibat dalam kegiatan pramuka termasuk tokoh yang mampu mengembangkan generasi muda.
  3. Pramuka adalah alat organisasi dan masyarakat untuk memenuhi tujuan dan kebutuhan masyarakat maupun organisasi dari pramuka.

Materi Pembelajaran untuk Kegiatan Pramuka

Instruktur atau guru wajib mempersiapkan bahan ajar pramuka agar kegiatan selama ekstrakulikuler tersebut terarah sesuai tujuan adanya pramuka. Berikut adalah materi yang bisa diajarkan kepada para siswa agar mengenal kepramukaan:

  1. Sejarah Pramuka di Dunia
  2. Sejarah Pramuka di Indonesia
  3. Tujuan Pramuka
  4. Fungsi Pramuka
  5. Metode yang Digunakan oleh Pramuka
  6. Tingkatan pada Pramuka
  7. Kode Kehormatan

Selain semua materi tersebut, ada juga materi secara umum yang bisa dipelajari oleh seluruh anggota pramuka, dari Siaga sampai Pandega sebagaimana berikut:

  1. Sejarah dan makna pramuka
  2. Jenis sandi pramuka, atau kode pramuka
  3. Macam simpul atau tali temali yang sering digunakan dalam pramuka
  4. Materi pramuka siaga, yaitu: kode kehormatan pramuka siaga, dwisatya, dwidharma, area pengembangan sosial, area pengembangan intelektual
  5. Materi pramuka penggalang, yaitu: kode kehormatan pramuka penggalang, trisatya, dasa dharma
  6. Materi pramuka penegak dan Pandega

Pembuatan bahan ajar pramuka membantu agar kegiatan pramuka berjalan dengan lancar, sesuai tujuan dan fungsi ekstrakulikuler itu sendiri. Membuat bahan ajar harus sesuai dengan metode belajar yang ada dalam pramuka, yaitu belajar interaktif dan progresif.

Baca Juga: Alasan Masuk Osis yang Perlu Diketahui Para Siswa

Guru dapat membuat pengalaman belajar menarik dengan kode kehormatan pramuka, belajar berkelompok, bealjar langsung atau praktik di lapangan, melakukan aktivitas menantang untuk mendidik dan memberikan pembelajaran yang positif serta belajar di alam terbuka. Pembelajaran lainnya yang bisa dilakukan dalam kegiatan pramuka adalah kiasan dasar, sistem tanda kecakapan, dan sistem satuan terpisah antara siswa dan siswi.